Senin, 24 Maret 2014

INISIASI 3 B.INDONESIA

Hakikat Menyimak

 Mendengar dan menyimak memiliki arti yang berbeda. Mendengar memiliki arti dapat menangkap suara. Menyimak memiliki arti suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.

 Strategi menyimak

 1. Membedakan fonem dalam konteks
 Kata dari dan tari adalah kata yang berbeda, dibedakan dengan adanya huruf /d/ dan /t/. Dalam pendengaran sekilas tampak hampir sama, namun jika disimak dengan seksama ada perbedaan. Jadi dalam menyimak harus lebih diperhatikan setiap fonem dalam konteks

 2. Berlatih menangkap maksud tuturan dari sebuah kalimat
 Kita kadang salah mengertikan maksud pembicaraan seseorang, misal ada yang berbicara, ” Kucing makan tikus mati di dapur.” Mungkin tafsiran orang-orang akan berbeda. Ada yang mengira yang mati adalah kucing, ada yang menyangka yang mati adalah tikus. Jika kita tidak memperhatikan intonasi kalimat (panjang-pendek, tekanan, dan nada kalimat), kemungkinan salah tafsir itu ada.

 3. Menentukan kesalahan pengucapan sebuah kata
 Umumnya kesalahan pengucapan terletak pada kata yang berhomofon atau homograf seperti bank dengan bang, apel buah dengan apel upacara, dll.

 4. Menangkap isi sebuah percakapan
 Untuk mampu menangkap isi sebuah percakapan dibutuhkan konsentrasi yang baik.

 5. Menangkap isi sebuah wacana ilmiah dan nonilmiah
 Menyimak wacana baik ilmiah dan nonilmiah lebih difokuskan pada ide atau gagasan yang dinilai penting bagi penyimaknya. Konsentrasi sudah pasti diperlukan.

INISIASI 2 B.INDONESIA

HUBUNGAN ANTARKETERAMPILAN BERBAHASA

Keterampilan berbahasa adalah kemampuan dan kecekatan menggunakan bahasa dalam komunikasi baik secara lisan maupun tertulis. Empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak dan berbicara (lisan) serta membaca dan menulis (tulis) memiliki keterkaitan yang sangat erat. Satu keterampilan akan mendukung keterampilan yang lainnya.
Hubungan antarragam bahasa (ragam lisan atau ragam tulis) lebih erat dibandingkan hubungan keterampilan antarsifat (reseptif atau produktif). Contohnya menyimak dengan berbicara lebih erat dibandingkan hubungan menyimak dengan membaca atau menulis. Hubungan keterampilan pada ragam yang sama dapat disebut hubungan langsung, sedangkan hubungan keterampilan pada sifat yang berbeda hubungannya adalah tidak langsung. Perhatikan tabel berikut ini.

Melalui tabel tersebut kita dapat mengkaji hubungan antarketerampilan berbahasa. Pada ragam lisan, yaitu menyimak dan berbicara berada pada ruang yang sama. Dalam kegiatan berbahasa lisan secara tatap muka, penyimak dan pembicara dapat bertukar atau berganti peran. Penyimak bertukar peran menjadi pembicara dan sebaliknya, pembicara menjadi penyimak. Pergantian peran ini biasanya terjadi pada kegiatan tanya jawab, saling memberi masukan atau interaktif.
Pengetahuan yang diperoleh seseorang melalui menyimak dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuannya berbicara. Dengan kata lain, untuk dapat menjadi pembicara yang baik, orang harus memiliki keterampilan menyimak yang baik. Demikian pula pengetahuan seseorang yang diperoleh melalui membaca dapat digunakan untuk memperoleh atau meningkatkan keterampilan menulis. Artinya, untuk dapat menjadi penulis yang baik, orang harus memiliki keterampilan membaca yang baik.

INISIASI 1 B.INDONESIA

 Peran dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam IPTEK dan IPTAK

 A. Bahasa Indonesia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

 Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pendukung ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk kepentingan nasional kita. Bahasa adalah kunci untuk membuka khasanah pengetahuan. Dalam buku ilmu pengetahuan terdapat ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai disiplin ilmu. Dengan bahasalah, kita dapat menguasai ilmu tersebut.

 Seperti kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan di negara-negara maju seperti Negara-negara di Eropa dan Amerika. Perkembangan bahasa Inggris seimbang dengan ilmu pengetahuannya. Hal tersebut karena buku-buku yang dipergunakan untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi berbahasa Inggris. Keadaan tersebut tidak sebaik pada bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia selalu ketinggalan, perkembangannya tak selaju perkembangan budaya bangsanya. Oleh sebab itu, walaupun bahasa Indonesia sudah berperan sebagai alat persatuan tetapi belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan.

 Upaya apa yang harus kita lakukan untuk menjawab tantangan tersebut. Pertama kita harus membiasakan sikap ilmiah dengan cara melengkapi buku-buku ilmiah sebagai salah satu syarat. Menurut Halim (dalam Bakry, 1981:179) kesalahan tersebut bukan karena ketidakmampuan bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, tetapi karena kekurangan bahasa Indonesia dalam hal peristilahan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Sekarang ini Pusat Bahasa masih memberlakukan upaya untuk menciptakan istilah-istilah baru untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

 Usaha lain yang harus dilakukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dengan cara harus menerjemahkan semua buku ilmu pengetahuan di dunia ini ke dalam bahasa Indonesia. Dengan adanya informasi ilmiah pengetahuan yang berarti meningkatkan mutu bahasa Indonesia sebagai bahasa Ilmiah.

 B. Bahasa Indonesia dalam Kegiatan Keagamaan

 Bahasa Indonesia banyak dipergunakan dalam aktivitas keagamaan sebagai alat/sarana komunikasi untuk menginformasikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Hal tersebut sudah terjadi sejak negara maritim Sriwijaya yang beribu kota di Sumatra pernah menjadi pusat pengajian dan penyiaran agama Budha.

 Begitu pula dengan agama Islam ketika masuk ke wilayah Asia Tenggara. Bahasa Melayu ikut memegang peranan penting untuk penyebarannya agama ke daerah-daerah yang jauh. Demikian pula dengan bangsa Portugis, bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia, dalam usaha perdagangan dan misinya menyebarkan agama di Kepulauan Maluku, juga menggunakan bahasa Melayu bukan bahasa Portugis dan bukan pula bahasa setempat sebagai bahasa pengantar.

 Bahasa Indonesia dapat disebutkan kegiatan keagamaan yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi juga sudah ada sejak lama sekali. Adanya mantra-mantra yang sampai sekarang menunjukkan bukti kegiatan itu. Para ahli berpendapat bahwa mantra-mantra itu sudah ada sejak sebelum agama Islam datang ke Indonesia, bahkan sebelum agama Hindu dan Budha. Mantra-mantra itu diajarkan oleh guru kepada murid, oleh generasi yang satu kepada generasi berikutnya. Semua itu masih serba lisan sebab pada saat itu tulisan belum dikenal. Ini membuktikan bahwa saat itu bahasa Indonesia dipakai sebagai sarana komunikasi keagamaan.
 Peran dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam IPTEK dan IPTAK

 A. Bahasa Indonesia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

 Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pendukung ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk kepentingan nasional kita. Bahasa adalah kunci untuk membuka khasanah pengetahuan. Dalam buku ilmu pengetahuan terdapat ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai disiplin ilmu. Dengan bahasalah, kita dapat menguasai ilmu tersebut.

 Seperti kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan di negara-negara maju seperti Negara-negara di Eropa dan Amerika. Perkembangan bahasa Inggris seimbang dengan ilmu pengetahuannya. Hal tersebut karena buku-buku yang dipergunakan untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi berbahasa Inggris. Keadaan tersebut tidak sebaik pada bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia selalu ketinggalan, perkembangannya tak selaju perkembangan budaya bangsanya. Oleh sebab itu, walaupun bahasa Indonesia sudah berperan sebagai alat persatuan tetapi belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan.

 Upaya apa yang harus kita lakukan untuk menjawab tantangan tersebut. Pertama kita harus membiasakan sikap ilmiah dengan cara melengkapi buku-buku ilmiah sebagai salah satu syarat. Menurut Halim (dalam Bakry, 1981:179) kesalahan tersebut bukan karena ketidakmampuan bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, tetapi karena kekurangan bahasa Indonesia dalam hal peristilahan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Sekarang ini Pusat Bahasa masih memberlakukan upaya untuk menciptakan istilah-istilah baru untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

 Usaha lain yang harus dilakukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dengan cara harus menerjemahkan semua buku ilmu pengetahuan di dunia ini ke dalam bahasa Indonesia. Dengan adanya informasi ilmiah pengetahuan yang berarti meningkatkan mutu bahasa Indonesia sebagai bahasa Ilmiah.

 B. Bahasa Indonesia dalam Kegiatan Keagamaan

 Bahasa Indonesia banyak dipergunakan dalam aktivitas keagamaan sebagai alat/sarana komunikasi untuk menginformasikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Hal tersebut sudah terjadi sejak negara maritim Sriwijaya yang beribu kota di Sumatra pernah menjadi pusat pengajian dan penyiaran agama Budha.

 Begitu pula dengan agama Islam ketika masuk ke wilayah Asia Tenggara. Bahasa Melayu ikut memegang peranan penting untuk penyebarannya agama ke daerah-daerah yang jauh. Demikian pula dengan bangsa Portugis, bangsa Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia, dalam usaha perdagangan dan misinya menyebarkan agama di Kepulauan Maluku, juga menggunakan bahasa Melayu bukan bahasa Portugis dan bukan pula bahasa setempat sebagai bahasa pengantar.

 Bahasa Indonesia dapat disebutkan kegiatan keagamaan yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi juga sudah ada sejak lama sekali. Adanya mantra-mantra yang sampai sekarang menunjukkan bukti kegiatan itu. Para ahli berpendapat bahwa mantra-mantra itu sudah ada sejak sebelum agama Islam datang ke Indonesia, bahkan sebelum agama Hindu dan Budha. Mantra-mantra itu diajarkan oleh guru kepada murid, oleh generasi yang satu kepada generasi berikutnya. Semua itu masih serba lisan sebab pada saat itu tulisan belum dikenal. Ini membuktikan bahwa saat itu bahasa Indonesia dipakai sebagai sarana komunikasi keagamaan.


Minggu, 01 Desember 2013

RANTING POHON



Dear diary..

Setelah beberapa bulan tak bertemu..tanpa kabar apapun.. Hari ini kau datang.. tentu saja dengan penampilan yang berbeda,, terlihat dewasa dan tampan..

Untuk yang pertama, ku berikan senyumanku dan kau pun tersenyum..sikapmu masih sama seperti yang dulu,, Ketika datang kau terus membisu hampir 1 jam,, dan itu slalu kau lakukan ketika kita lama tak bertemu,, entah apa maksud diam mu itu.. tapi aku memang sangat  merindukanmu,, sungguh merindukanmu..

Renyah tawa candamu mulai terlihat dan itu memang harus kau lakukan, karna kita tidak tahu kapan akan bertemu kembali,, tanganku bergetar,,tubuhku dinginn.. mungkinkah rasa itu masih tersisa..?

aku senang jika kau seperti itu.. riang dan penuh tawa.. dulu saat kau pertama berangkat kuliah, aku slalu berfikir.. mungkinkah aku bisa melihat tawamu lagi..? mungkinkah ku dapati senyummu lagi..? dan kau datang.. ku temukan lagi semua itu dan ini nyata bukan hanya sekedar mimpi.. :’(

1 semester ini mungkin.. tidak cukup untuk melenyapkan ingatanmu.. Tapi kau melakukannya lagi.. aku kesal, marah, bingung, aku lelah dengan semua tindakanmu, aku benciii kau tak mengatakan apapun tentang ini, aku benci kau tak menjelaskan apapun tentang ini.. sungguhh aku sangat tersiksa.. aku tersiksa harus berpikir.. ini kenapa ? ini ada apa? Kenapa selalu begini..? knapa kau harus melalukannya lagi..? dan aku tak pernah mengetahui apapun tentang alasanmu seperti ini.. saat itu..ingin rasanya aku menamparmu,, menyadarkannmu siapa kamu?  siapa aku,,,? Dan kita ini apa..

Apakah kau mengganggap ku seperti boneka..? yang bisa kau mainkan kapan sajah..? atau hubungan yang tak jelas ini kau pikir ini game..? apa yang kau cari..? apa yang kau rasa..? jika kau memiliki perasaan yang sama denganku atau bertolak belakang dengan perasaanku,, coba katakannn… coba ungkapkan,, coba nyatakan.. perjelas semua ini..

Setelah ini.. kau akan bertingkah seperti tak terjadi apapun, mencoba menghibur dirimu,, dan mengalihkan perhatianku dengan status2 tak berdosamu di Facebook.. oohhh sungguhhh lucu sekali anda..  tapi..aku tahu kau takan mudah  melakukannya.. perasaan bersalahh akan slalu menghampirimu.. dasar PENGECUT.. PECUNDANG…!!!!

Mungkin kau bosan atau jenuh dengan pacarmuu..yang itu... makanya kau sperti ini.. tapi tolong buka mata anda nak..?? INI AKU,, BUKAN DIA..!!!! jangann samakan aku dengannya,, hellooww.. liat-liat donk kalo memang mau mencari pelampiasan..! 

Heyyy.. Aku manusia,, aku wanita.. aku rapuhh jika kau memperlakukanku terus seperti ini. Bergelantungan di ranting pohon, yang bisa jatuh kapan saja..  

Melihat statusmu di Facebook,, Twitter.. kau kira aku tak cemburuu.. hah ? Tahukah kau,,? Bagaimana rasanya jadi aku..? perihnya..? sakitnya..?? bukankah mereka bilang..cinta itu indahh..?? tapi ku pikir cinta itu sebuah kesalahan,, sebuah kesalahan yang membuatmu bisu dan membeku..

Aku mengenalmu 3 tahun terakhir ini.. 5 bulan yang lalu.. aku bertekad dan mematahkan hatiku, menganggapmu teman dan ade kelasku yang masih labil jiwanya.. tanpa harapan apapun.. aku berusaha melenyapkan ingatanku tentangmu, mengubur semua perasaan dihatiku, melupakan semua cerita tentang kita.. mencoba menjalani hari-hariku dengan semangat dan motivasi yang tinggi..

Yaaa..aku tertawa riang, bebas berekspresii,, melalukan hal yang ku mau,, berlibur dengan adik-adik ku,, mengikukiti perkemahan, bekerja dari pagi hingga sore,, malamnya mengajar Les Private.. tentu sajah aku menyibukan diriii,, membuat tubuhku letiihhh.. membuat otak ku berpikir 1000 kali lipat dari biasanya.. sesekali aku memang terjatuhhh, walau harus tertatih-tatih.. aku coba bangkit, bangkit dan bangkitt.. tapi bayangmu slalu menghantuiku,, disaat rindu menjelma.. semakin tak menentuuu…aku hanya bisa merenghek menangis.. perihhh memang periih,, dan ini terdengar sedikit gila.. atau mungkin aku benar-benar gila.. :’(

disaat benteng ku mulai kokoh.. kau menghancurkannya lagi,,, owwhhh aku harus kembali dari nol.. dan ini menyedihkan.. sungguh menjengkelkan..shhiittttt...!!!

Aku lelahh Tuhan,, aku tak kuat menahan ujianmu.. haruskah sesakit ini….? Haruskah selalu begini..?? haruskah aku selalu berfikir bahwa cinta bagi ku hanya angin,, ? dimana kebahagian itu,,?? Dimana..?

Kembali ke diriku..dan pemikiranku yang buntu..

“ Cinta selalu memberikan celah untuk bernyawa atau mati dan lenyap di setiap kedatangannya.. “

" Cinta yang sebenarnya tidak melakukan kesalahan... dan itu (kesalahan) ada dikarenakan kita (manusia) belum dapat melihat isi dari keseluruhan dunia ini dengan pemahaman yang jelas..."

" Cinta itu ibarat sayap namun bukan pada sebentuk burung yang dapat kita (manusia) lihat...melainkan imajinasi pada perasaan dalam hatimu sendiri meskipun itu tak terlihat."

“ Selalu ada kegilaan dalam cinta. Tapi juga selalu ada alasan dalam kegilaan.. “

“ Seorang wanita yang berpura-pura menertawai cinta, itu seperti seorang anak kecil yang menangis di malam hari karena ketakutan.. “

“Jika kau mencintai seseorang, biarkanlah ia pergi; karena jika ia kembali, ia akan menjadi milikmu. Namun jika dia tidak kembali, ia tidak pernah jadi milikmu.. “

Cobalah bernalar tentang cinta dan engkau pun, akan kehilangan nalarmu..

Dan…
Kurasa  percuma..  ku katakan semua ini.. kau tetap dengannya.. dan kita bukan siapa-siapa.. dan aku akan tetap percaya ini hanya angin sampai kau sendiri yang katakan.. ini ANGIN  atau BADAI.. ????



Selasa, 26 November 2013

EDISI HUJAN